Sabtu, 28 Juli 2012

Gelandang Serba Bisa Persib Dilirik 4 Klub ISL

Setelah Zulkifli Syukur membantah diincar Mitra Kukar, Tony Sucipto pun mengungkapkan hal senada. Namun gelandang andalan Persib Bandung ini mengaku sudah dihubungi beberapa klub ISL lainnya yang menginginkan jasanya di kompetisi musim depan.

"Wah, kata siapa? Sejauh ini belum ada komunikasi antara saya dan pihak Mitra Kukar," ujar Tonny saat dihubungi wartawan, Sabtu (28/7/2012) siang.

Meski menepis rumor tersebut, mantan pilar Persija Jakarta dan Sriwijaya FC ini membenarkan, jika sejauh ini ada 4 klub yang sudah menghubungi dirinya. Namun, pemain bernomor punggung 16 ini enggan membeberkan, tim mana saja yang menginginkan jasanya musim depan.

"Dari Mitra Kukar belum ada, namun klub yang menawari saya memang ada. Klubnya ada lah, saya belum bisa sebutkan sekarang. Ada 3-4 klub di ISL yang sudah menawari saya. Tapi belum saya jawab karena mereka sendiri sudah tahu saya masih terikat kontrak sampai bulan September," ungkapnya.

Zul: Nama Besar Persib Harus Diangkat Lagi


Menyongsong kompetisi musim depan, yang masih belum pasti, bek kanan Persib Bandung Zulkifli Syukur sudah memiliki target untuk membawa timnya masuk ke papan atas.
Meski masa depannya sendiri belum pasti di tim Maung Bandung, Zul -sapaan Zulkifli Syukur berharap bisa memberikan yang terbaik bagi klub kebanggaan Kota Bandung ini.
"Saya tahu, masa depan saya di sini masih belum pasti. Tetapi Persib tetap prioritas saya, kalau musim depan saya masih dibutuhkan di sini. Saya ingin membawa prestasi bagus untuk Persib. Minimal bisa membawa Persib ke papan atas," ujarnya kepada INILAH, Jumat (27/7/2012) malam.
"Saya harap, bisa memberikan yang lebih baik untuk Persib. Hasil musim lalu harus menjadi pijakan kita, untuk lebih baik musim depan. Jangan sampai kegagalan yang sudah-sudah terulang lagi," imbuhnya.
Pemain bernomor punggung 3 ini beralasan, nama besar yang dimiliki Persib, seharusnya tidak berada di urutan 8 klasemen akhir kompetisi Indonesian Super League musim 2011/2012. Untuk itu, dia berharap musim depan empat besar menjadi target yang mesti dicapai timnya, demi menjaga kejayaan Maung Bandung seperti era 90-an silam.
"Persib ini tim besar. Prestasinya dulu banyak. Sekarang sudah menurun. Jadi musim depan jangan menurun lagi. Nama besar Persib harus diangkat lagi dengan prestasi bagus. Mudah-mudahan, kita sebagai pemain bisa memberikan yang terbaik untuk Persib," pungkasnya.

Meski Tanpa Dirinya, Maman Berharap Persib Juara


 Berakhirnya Indonesian Super League (ISL) 2011/2012, memang menjadi hari berharga bagi para pemain untuk berlibur melepas penat setelah satu musim mengikuti kompetisi.
Tetapi, secara tidak langsung juga memberi dampak psikologis para pemain, termasuk bek andalan Persib Bandung Maman Abdurahman. Meski menjabat sebagai kapten tim di musim lalu, bukan berarti masa depannya aman di klub kebanggaan Kota Bandung ini.
Terlebih, jajaran manajemen PT PBB berencana akan menyerahkan semua keputusan kepada pelatih terpilih, siapa saja pemain yang dipertahankan atau tidak di musim depan.
Terkait masalah tersebut, pemain bernomor punggung 5 ini hanya bisa berharap Maung Bandung mampu merengkuh trofi juara liga musim depan, walaupun mungkin tanpa ada dirinya.
"Saya belum tahu akan masa depan saya. Apakah akan diperpanjang kontraknya, atau enggak. Tetapi saya hanya bisa berharap, kalau saya sudah tidak di sini lagi, Persib bisa berprestasi. Sejauh ini saya sudah memberikan yang terbaik, walaupun belum memuaskan," ujarnya kepada INILAH, Jumat (27/7/2012) lalu.
Dia berharap, raihan di musim sebelumnya dapat menjadi pelajaran berharga bagi manajemen, untuk menyongsong kompetisi musim depan dengan lebih baik dan lebih siap.
"Mudah-mudahan, hasil dari sebelum-sebelumnya bisa menjadi pelajaran berharga untuk Persib, untuk menghadapi musim depan. Saya harap kesalahan beberapa musim terakhir, tidak lagi terulang di musim depan," ucapnya.
Kekhawatiran Maman terhadap masa depannya bukan tanpa alasan. Apalagi beberapa waktu lalu sempat tersiar kabar, lini belakang Maung Bandung menjadi fokus utama manajemen yang akan dirombak.
Sebanyak 49 gol yang bersarang di jala tim musim lalu, menjadi faktor penyebab wacana perombakan lini belakang jelang kompetisi musim depan.

Sang Kapten Beberkan Penyebab Kegagalan Persib

Target juara yang diusung Persib Bandung pada kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 lalu, kembali
gagal diwujudkan. Persib hanya mampu finish di urutan 8 klasemen akhir ISL 2011/2012.


Kapten sekaligus bek Maung Bandung, Maman Abdurahman menyebut, kekompakan, komunikasi, dan disiplin, menjadi penghambat timnya meraih
prestasi musim lalu. Dia berharap, musim depan hal tersebut tidak lagi menjadi masalah bagi timnya musim depan, yang kembali mematok gelar juara liga musim depan.

"Kemarin kekurangan kita pada komunikasi antar pemain yang belum berjalan baik. Kekompakan, kebersamaan, dan disiplin yang masih kurang. Memang itu hal sepele. Tapi menurut saya penting dan harus diperbaiki musim depan, kalau kita memang serius ingin mendapatkan prestasi," ujar Maman kepada INILAH.COM, Jumat (27/7/2012).

Meski demikian, dalam beberapa pertandingan terakhir pemain bernomor punggung 5 ini mengakui, jika timnya sudah jauh lebih baik ketimbang putaran pertama lalu. Dia berharap, musim depan Maung Bandung mampu mendapatkan hasil yang lebih baik, setelah kendala di musim sebelumnya bisa teratasi dengan baik.

"Memang di akhir-akhir kompetisi kita sudah semakin membaik. Memang tidak banyak membantu dengan hasil kita di klasemen. Tetapi saya yakin, kalau masalah kekompakan sudah bisa teratasi, mudah-mudahan kita musim depan bisa lebih baik," pungkasnya.

Musim Depan Gagal, Ada Masalah di Persib

Dihuni pemain-pemain top bertitel mantan pemain timnas Indonesia, trofi juara liga seharusnya bukan sesuatu yang sulit untuk digapai Persib Bandung. Namun, pada kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2011/2012, Persib hanya mampu finish di urutan 8 klasemen akhir.

Sang Kapten, Maman Abdurahman mengatakan, jika musim depan Maung Bandung kembali gagal menuai prestasi, pasti ada masalah dalam tubuh
tim ataupun manajemen yang menjadi penyebab permasalahan tersebut.

"Persib setiap tahun punya materi pemain bagus dan berkualitas. Tidak ada yang meragukan kualitas pemain Persib. Jadi musim depan harus menjadi juara. Kalau nggak, pasti ada masalah dalam tim ini yang harus segera diselesaikan," ujar Maman saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (27/7/2012).

Sebagai pemain, dirinya selalu berharap dapat memberikan yang terbaik bagi timnya. Dia mengaku, akan terus berusaha maksimal demi pencapaian prestasi terbaik untuk Maung Bandung.

"Sebagai pemain, saya selalu berharap untuk berusaha memberikan hasil maksimal untuk tim. Saya juga nggakmengerti, kenapa selalu gagal. Saya pun akan berusaha bermain maksimal, walaupun saya sendiri belum tahu masa depan saya disini seperti apa," tutupnya.

Gagal di MSL, Persib Ragukan Kualitas Robert Rene

Setelah digadang-gadang ingin menggaet Robert Rene Albert sebagai pelatih Persib Bandung musim depan, kali ini gaung manajemen PT PBB untuk mendapatkan jasa pelatih asal Belanda tersebut mulai menurun.

Alasannya, setelah mengetahui prestasi pelatih kelahiran Amsterdam tersebut jeblok bersama timnya Sarawak FC, membuat manajemen berpikir ulang terlebih tim besutan Rene tersebut terdegradasi dari Malaysian Super League (MSL) 2011/2012, setelah dibungkam Pahang 1-0 di babak play off.

Manajer Umuh Muchtar mengatakan, saat ini dirinya harus berpikir ulang untuk mendatangkan Rene dan meminta kepada petinggi PT PBB untuk memikirkan secara masak-masak menggaet pelatih yang sukses membawa Arema Indonesia juara Indonesian Super League (ISL) musim 2009/2010.

"Kita harus pikirkan ulang. Saya juga nggak mau disalahkan, karena mengambil Rene. Prestasinya kurang bagus di timnya. Timnya degradasi di liga Malaysia. Kita harus berbicara lagi dengan petinggi PT PBB, siapa pelatih terbaik untuk Persib musim depan. Kita ingin yang terbaik untuk Persib, jadi kita harus hati-hati," ujar Umuh saat dihubungiINILAH.COM, Jumat (27/7/2012).

"Kita akan serahkan kepada Pak Zaenuri Hasyim (Komisaris PT PBB, red), dan Pak Glen Sugita (Direktur Utama PT PBB, red), bagaimana soal pelatih. Apakahh Rene jadi diambil atau mencari pelatih baru," imbuhnya.

Pemain Dilirik Klub Lain, Umuh Tak Khawatir

 Manajer Umuh Muchtar mengaku tidak khawatir, mengenai rumor pemainnya yang menjadi incaran klub lain. Dengan tegas pria berusia 63 tahun ini mengatakan, situasi tim saat ini tengah kondusif dan para pemain akan menunggu kepastian hingga kontraknya selesai September mendatang.

"Soal pemain tidak ada masalah. Mereka kalau diincar sama klub lain, pasti cerita sama saya. Saya tegaskan, sekarang situasi klub kondusif. Pemain kita aman semua. Lagipula mereka masih punya kontrak dengan kita sampai Agustus dan September nanti," ucap Umuh kepadaINILAH.COM, Jumat (27/7/2012)

Sebelumnya, memang terdengar kabar Naga Mekes (julukan Mitra Kukar) sangat berhasrat mendatangkan pemainMaung Bandung. Seperti M Ilham, Zulkifli Syukur dan Tony Sucipto. Pasalnya, mereka dinilai mampu tampil konsisten selama satu musim terakhir.

Musim lalu, dengan sokongan dana melimpah, tim asal Kalimantan itu berhasil mendapatkan pemain-pemain top. Sebut saja Ahmad Bustomi, Jajang Mulyana, Saktiawan Sinaga, Arif Suyono, Hamkah Hamzah, Ardan Aras, Isnan Ali, hingga kiper kawakan Hendro Kartiko.

Maman Abdurahman Pasrah Dilego Persib

Meski kontraknya baru berakhir September mendatang, kapten Persib Bandung Maman Abdurahman mengaku was-was terkait masa depannya di klub yang sudah dia bela selama 5 musim terakhir.

Pemain bernomor punggung 5 ini mengaku pasrah jika kontraknya tidak lagi diperpanjang jajaran manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) musim depan akibat menurunnya raihan prestasi tim pada kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 lalu.

"Saya belum bisa ngomong apa-apa. Saya belum tahu diperpanjang atau nggak kontrak saya. Saya hanya bisa pasrah, sembari menunggu kontrak saya berakhir September nanti. Diperpanjang atau tidak, kembali lagi dengan keputusan manajemen," aku Maman kepada INILAH.COM melalui sambungan telepon selulernya, Jumat (27/7/2012).

Mengenai tawaran dari klub lain, Maman mengaku sejauh ini belum mendapatkan telepon dari klub manapun yang membutuhkan jasanya musim
depan. Dia menilai, belum jelasnya kompetisi musim depan, menjadi penyebab klub-klub lebih hati-hati dalam melakukan kebijakan transfer pemain.

"Sejauh ini belum ada tim yang menghubungi saya. Mungkin karena kompetisi masih belum jelas, jadi klub juga menunggu kepastian dari PSSI. Gara-gara dualisme, kompetisi juga belum tahu bisa dimulai lagi kapan. Ya, mudah-mudahan secepatnya bisa selesai, pemain tidak ikut-ikutan bingung," pungkasnya.

Jumat, 20 April 2012

Gaya Kepelatihan Robby Darwis Dapat Pujian


Gaya kepelatihan Robby Darwis dalam menukangi Persib Bandung menuai respon positif dari mantan pemain Yudi Guntara.
Yudi mengatakan, naiknya Robby Darwis (RD ) sebagai pelatih kepala memberikan efek positif pada strategi permainan Maman Abdurahman dkk. Menurutnya, Robby memberikan rasa berbeda dalam permainan Maung Bandung.
"Robby bagus. Dia memberikan gaya yang berbeda dalam tim. Ini harus kita apresiasi. Kita bisa lihat, permainan Persib sudah lebih baik. Walaupun lawan Persiba kemarin kalah. Hanya perlu diasah lagi, karena banyaknya pemain baru yang masuk, butuh adaptasi lebih," ujarnya saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (20/4) malam.
Lanjut Yudi, jika RD mampu memaksimalkan potensi pemain yang ada saat ini, bukan tidak mungkin Maung Bandung kembali menggigit.
"Jika Robby bisa menemukan formula khusus dalam meracik tim, saya pikir Persib akan lebih kuat. Mudah-mudahan dia bisa memberikan dampak positif dalam tim Persib," tandasnya.

Abanda Lega Dengan Jadwal Tanding di Lamongan


Cuaca panas Lamongan bisa mempengaruhi kondisi fisik dan stamina pemain. Namun bek Persib Abanda Herman merasa lega karena pertandingan di Stadion Surajaya Lamongan, Sabtu (21/5) digelar malam hari, pukul 18.30 WIB.
"Cuaca di sini memang panas. Tapi kalau sudah malam biasa saja, tidak terlalu panas. Kami sedikit diuntungkan, karena pertandingan di malam hari. Jadi, tenaga kami tidak terkuras lebih banyak daripada main siang hari," ujar Abanda.
Dia berharap dengan keuntungan tersebut, permainan tim dapat lebih fokus. Sebab, jika bermain dalam cuaca panas, akan banyak faktor yang akan mempengaruhi permainan tim, salah satunya adalah kontrol emosi tidak akan stabil.
"Tentu akan berpengaruh. Kalau panas, kontrol emosi lebih sulit. Selain itu, konsentrasi juga dapat terganggu. Mudah-mudahan, dengan bertanding malam hari. Kita bisa lebih tenang, dalam menghadapi permainan Persela," ungkapnya.
Abanda meyakini, skuad besutan Robby Darwis mampu membungkam Laskar Joko Tingkir -julukan Persela, dengan keuntungan tersebut. Dengan persiapan tim yang matang, dia berharap Maung Bandung mampu memetik poin maksimal dalam laga nanti, demi menjaga peluang menembus papan atas klasemen Indonesian Super League musim ini.
"Saya berharap, jadwal ini dapat menambah keuntungan di pihak kita. Mudah-mudahan besok (hari ini-red) kita bisa memenangkan pertandingan. Apalagi kita harus mendapatkan poin, untuk memperbaiki posisi kita di klasemen. Kita harus berjuang maksimal, agar target kita bisa tercapai," tutupnya.

Abanda Tak Mau Persib Menanggung Malu Lagi


Jelang laga di kandang Persela Lamongan, Sabtu (21/4), bek Persib Abanda Herman tak ingin lagi menanggung malu, pulang tanpa satu poin pun. Dia siap membendung serangan Laskar Joko Tingkir -julukan Persela.
Pascakekalahan dari Persiba 2-3, Minggu (15/4) lalu, pertahanan Maung Bandung menjadi sorotan. Tiga gol yang bersarang ke gawang Cecep Supriatna, adalah bukti keroposnya lini belakang yang digawangi Maman Abdurahman cs.
Di Stadion Surajaya Lamongan, ketangguhan para defender Persib kembali diuji. Mereka harus mampu mengembalikan kepercayaan bobotoh yang sempat kecewa, karena tak mampu menghentikan pergerakan satu gelandang lincah Persiba Asri Akbar.
Tiga gol yang bersarang ke jala Cecep, tentu tidak diharapkan lagi oleh pasukan Robby Darwis dalam laga kali ini. Barisan pertahanan Maung Bandung harus mampu membendung serangan tuan rumah, demi tiga poin sebagai pengganti atas kekalahan lalu.
"Kondisi saya siap untuk pertandingan besok (hari ini). Tidak ada penjagaan khusus yang kita lakukan terhadap pemain Persela. Karena pemain mereka semua berbahaya dan wajib kita waspadai. Mudah-mudahan kita bisa bermain bagus dan berusaha maksimal untuk mendapatkan poin dari Persela," ujar Abanda kepada wartawan di Hotel Equator, Surabaya, Jumat (20/4).
Amunisi asing asal Kamerun ini berharap, dalam laga malam nanti, rekan satu timnya bisa bahu-membahu membantu pertahanan. Dia mengungkapkan, kesalahan atas kekalahan Persib dari Persiba beberapa waktu lalu, tidak lagi terulang dalam pertandingan kali ini.
"Mudah-mudahan kita bisa kerja sama dan kompak untuk menjaga pertahanan. Jangan sampai terjadi kesalahan, seperti pertandingan lalu. Saya berharap, besok (hari ini) kita bisa bermain bagus. Karena target kita ke sini, untuk mencuri poin," ungkapnya.
Persela sudah membuktikan ketangguhannya dengan menahan imbang Persib 1-1 di Stadion si Jalak Harupat pada putaran pertama Indonesia Super Legue (ISL) 2011/2012 lalu. Abanda tetap optimistis, Maung Bandung mampu mencuri poin maksimal, ketika menghadapi skuad besutan Miroslav Janu.
"Saya pikir, semua pemain sudah siap untuk pertandingan. Saya yakin, kita bisa mendapatkan poin sesuai apa yang kita harapkan. Tetapi itu tidak akan terjadi jika kita tidak bisa bermain efektif dan kompak. Saya berharap, besok teman-teman dapat menjalankan tugasnya dengan baik," harapnya.

Ceroboh, Maman-Abanda Harus Diberi Peringatan


Kekalahan atas Persiba Balikpapan beberapa waktu lalu, menimbulkan pertanyaan dari berbagai pihak termasuk mantan pemain Persib Bandung, Yudi Guntara. Yudi Guntara menyoroti kinerja duo stopper andalan Pelatih Robby Darwis, Maman Abdurahman dan Abanda Herman.

Yudi mengatakan, dalam lawatan Maung Bandung ke markas Laskar Joko Tingkir (julukan Persela Lamongan), Maman dan Abanda patut menjaga konsentrasi selama 90 menit jika ingin pulang membawa poin.

"Kalau saya boleh kasih saran, Robby harus memberikan warning (peringatan) kepada dua pemain belakang, Abanda dan Maman. Mereka berdua sering kehilangan konsentrasi," katanya.
"Coba kita lihat waktu lawan Persiba. Selisih waktu saat mencetak gol dan kebobolan, tidak sampai setengah menit. Itu artinya ada masalah dengan konsentrasi pemain belakang. Ini harus menjadi perhatian buat Robby, atas kecerobohan dua pemain tersebut," ujar Yudi saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (20/4/2012).

Mengenai peluang Maman dkk mencuri poin di Stadion Surajaya Lamongan, Sabtu (21/4/2012) malam, Yudi mengatakan peluang selalu terbuka untuk Persib. Apalagi menurutnya, sudah banyak perubahan dalam permainan tim saat ini.

"Sejak dipegang Robby, sudah ada warna dalam permainan tim. Persib jadi punya gaya. Mudah-mudahan dengan perubahan ini, Persib mampu mengatasi Persela. Tinggal mental bertanding saja yang diperbaiki," ucapnya.

Terkait duo penyerang anyar Noh Alam Shah dan Marcio Souza, Yudi mengatakan, kedua legiun asing tersebut harus meningkatkan kerja sama untuk mempertajam daya gedor lini depan Maung Bandung. Dia berharap, Along dan Souza dapat memberikan kontribusi positif demi kemenangan tim.

"Mudah-mudahan dengan kehadiran Along dan Souza, lini depan Persib lebih baik. Dalam dua pertandingan terakhir lalu, saya pikir keduanya tinggal meningkatkan kerja sama lagi. Soalnya kalau saya lihat, di antara keduanya belum ada titik temu. Mudah-mudahan lawan Persela besok (hari ini), permainan mereka sudah menyatu dengan tim," tutupnya.

Wah Kiper Persela Sangat Paham Kekuatan Persib

Dua kekuatan baru di lini depan Persib Noh Alam Shah dan Marcio Souza menjadi perhatian kiper Persela Lamongan Choirul Huda jelang pertemuan keduanya, di Stadion Surajaya Lamongan, Sabtu (21/4/2012).

"Saya mewaspadai dua striker terbaru Persib, Along dan Souza. Mereka striker bagus. Ditambah lagi Radovic punya tendangan bebas yang bagus," kata Huda kepada wartawan di Lamongan, Jumat (20/4/2012).

Pemain dengan tinggi 181 cm itu menilai, bila tim yang akan dihadapinya nanti, merupakan tim bagus. Dia juga mengatakan, Maung Bandung bermaterikan pemain-pemain bintang. Bahkan menurutnya, dengan materi seperti itu, Maman Abdurahman cs sudah seharusnya berada papan atas.

"Persib adalah tim bagus, karena mereka penuh dengan pemain-pemain bintang. Posisi mereka kalau menurut saya harusnya di atas, apalagi datangnya dua penyerang baru seperti Along dan Souza," ujarnya.

Meski begitu, Huda mempunyai keyakinan bila pada laga nanti, pelatih kepala Miroslav Janu sudah mempunyai strategi khusus untuk meredam tim besar seperti Persib. "Tim kita sudah siap untuk meredam strategi Persib saat laga besok (hari ini). Insya Allah bisa," ucapnya.

Senada dengan Huda, bomber sekaligus motor serangan Persela, Gutavo Fabian Lopez, optimistis timnya mendapatkan poin penuh dari Maung Bandung. Apalagi Persela bermain di kandang sendiri.

"Kita optimistis, kita main di rumah harus menang. Kita tidak konsentrasi pada nama besar yang disandang Persib, tapi kita fokus ke pertandingan," kata Gustavo seusai uji coba lapang di Stadion Surajaya Lamongan, Jumat (20/4/2012).

Pelatih Persela Sudah Tahu Kelemahan Persib

Pelatih Persela Lamongan Miroslav Janu mengaku akan mewaspadai permainan Maung Bandung, terutama duo legiun asing yang baru saja direkrut pada jendela transfer kedua musim ini, Noh Alam Shah dan Marcio Souza.

"Kita tahu semua pemain mereka dan kualitas mereka seperti apa. Kita respek dengan mereka. Kami akan mewapadai permainan mereka, terutama Souza dan Along (sapaan Noh Alam Shah). Mereka berdua ketajaman yang bagus di lini depan," ujar Miroslav Janu kepada wartawan usai menggelar sesi latihan di Stadion Surajaya, Jumat (20/4/2012).

"Kita harus menang dalam pertandingan ini. Kita kalah dari Persiwa kemarin. Kali ini kita tidak boleh kalah lagi," lanjutnya.

Janu menambahkan, jika timnya sudah mengetahui kelemahan Maman Abdurahman dkk, berdasarkan rekaman pertandingan dua pertandingan. Ia berharap, timnya mampu meredam permainan Persib demi mempertahankan tiga poin kandang

"Kita nonton permainan mereka dua kali, waktu lawan Gresik dan Persiba. Kita sudah kantongi kelemahan dan kekuatan mereka. Saya berharap, besok kita dapat mengatasi permainan Persib," tandasnya.

Tampil Menyerang, Persib Siap Curi Gol

Menghadapi tuan rumah Persela, Persib bertekad untuk mencuri gol terlebih dahulu. Untuk itu, Pelatih Kepala Robby Darwis (RD) Akan menerapkan taktik offensif.

Kembalinya Marcio Souza dan Noh Alam Shah dalam sesi ujicoba lapangan membuat komposisi tim lengkap. Belum lagi dengan kembalinya sang Jenderal Lapangan Miljan Radovis dan bek kanan Zulkifli Syukur. RD pun berharap, Maman Abdurahman dkk mampu menerapkan skema permainan lebih baik demi target poin yang diusung.

"Walaupun tandang, kita tetap main ofensif. Kita harus cetak gol lebih dulu, untuk mempengaruhi sisi psikologis mereka. Pokoknya jangan sampai kita kebobolan duluan.

Saya minta kepada pemain, untuk bekerja sama. Ketika semua menyerang, semua ikut menyerang. Tetapi saat diserang, semua harus turun membantu pertahanan. Mudah-mudahan

besok semuanya bisa berjalan efektif," ujar RD usai menggelar uji coba lapangan Stadion Surajaya, Jumat (20/4/2012).

Meski memiliki pemain yang lengkap, Robby pun akan tetap melakukan rotasi pemain. Pemain yang akan diturunkan tergantung dengan adanya perubahan yang terjadi di lapangan.

"Mungkin akan ada rotasi. Karena kita belum tahu nanti di lapangan seperti apa. Lagipula, ada dua pertandingan tandang yang akan kita hadapi. Kalau ada yang tidak

sanggup bermain selama 90 menit, ya kita ganti sesuai kebutuhan," jelasnya.
Gelandang Persib Robbie Mark Gaspar berambisi mengobati rasa ketidakpuasan bobotoh saat timnya mendapatkan hasil buruk pada laga kandang melawan Persiba Balikpapan, Minggu (15/4/2012) lalu. Kemenangan atas Laskar Joko Tingkir (julukan Persela), diyakini Gaspar akan mengobati kekecewaan bobotoh.

"Kita harus kerja keras untuk memenangi pertandingan ini. Dengan berbekal itu, saya yakin Persib bisa mencuri poin," kata Gaspar kepada wartawan saat ditemui di Hotel Equator, Surabaya, Jumat (20/4/2012).

Meski begitu, Gaspar tetap mewaspadai setiap pemain tim asuhan Miroslav Janu itu. Dia yakin, motivasi anak-anak Lamongan akan memuncak, apalagi mereka bermain di hadapan pendukungnya sendiri.

"Saya harus waspada semua pemain Persela. Mereka pasti akan berjuang habis-habisan untuk mendapatkan poin, setelah di pertandingan sebelumnya Persela kehilangan poin dari Persipura. Mereka pasti ingin memenangkan pertandingan. Motivasi mereka lebih tinggi," ucapnya.

Kalah di Lamongan, RD Tak Langsung Dipecat

Jika gagal meraih meraih kemenangan di laga perdana tur Jatim menghadapi Persela, Sabtu (21/4/2012), Manajer Persib Umuh Muchtar belum bisa menentukan posisi pelatih kepala Robby Darwis (RD).

Umuh mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kinerja tim maupun pelatih kepala Robby Darwis berdasarkan dua laga tandang tur Jatim kali ini.

"Kita belum tahu jika Robby gagal akan seperti apa. Nanti kalau hasilnya kurang memuaskan, mungkin ada evaluasi buat tim. Tetapi mudah-mudahan itu tidak terjadi. Karena saya berharap Persib bisa bawa pulang poin dari tur Jatim ini," tegas Umuh saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (20/4/2012).

Seperti diberitakan sebelumnya, Robby Darwis diberi target untuk meraih poin penuh pada laga tur Jatim. Laga tur Jatim menghadapi Persela Lamongan, Sabtu (21/4/2012), dan Arema Indonesia pada Rabu (25/4/2012), merupakan ujian pertama sebagai pelatih kepala Persib Bandung.

Gaspar Siap Gantikan Peran Hariono


Absennya Hariono yang masih dibalut cedera, diakui pemain asal Australia Robbie Mark Gaspar sedikit memengaruhi lini tengah Maung Bandung.
Namun, jika dia dipercaya pelatih Robby Darwis turun di laga malam nanti, Gaspar siap menutupi celah yang ditinggalkan Hariono dengan permainan terbaiknya.

"Jika saya dipercaya pelatih, tentu saya akan bermain maksimal. Memang biasanya saya duet dengan dia (Hariono). Tapi tanpa dia, saya dan tim harus tetap bermain semaksimal mungkin," tegas Gaspar kepada wartawan saat ditemui di Hotel Equator, Surabaya, Jumat (20/4/2012).

Seperti diketahui, Hariono mengalami cedera bahu saat Persib bertanding menghadapi Gresik United di laga penutup putaran pertama Indonesia Super League (ISL) 2011/2012. Hariono pun harus naik ke meja operasi dan istirahat di beberapa laga Persib di putaran dua ISL 2011/2012.

Selasa, 17 April 2012

Persib Latihan di Lapangan Tergenang Banjir

Usai hujan deras yang mengguyur kota Bandung, membuat lapangan Stadion Siliwangi Bandung tergenang air di beberapa bagian. Meski demikian, skuad Persib tetap menjalani latihan sore, Selasa (17/4/2012).

Dari pantauan INILAH.COM, hujan deras tersebut membuat lapangan Stadion Siliwangi tergenang air di beberapa bagian. Namun para pemain tetap antusias menjalani latihan yang dipimpin caretaker Pelatih Persib Robby Darwis. Para pemain melakukan latihan ringan dikarenakan alur bola yang tidak berjalan akibat tersendat genangan air.

Persib dijadwalkan akan menjalani tur Jawa Timur menghadapi dua mantan tim Marcio souza yang kini berkostum Persib Bandung. Yakni menhadapai Persela, Sabtu (21/4/2012) dah dijamu Arema Indonesia, Rabu (25/4/2012).

Tim ISL Tak Akan Serahkan Pemain ke Timnas


Ketua Umum PSSI Hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Ancol, La Nyalla Mahmud Mattalitti, buka suara terkait upaya PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin yang memanggil pemain-pemain dari klub Indonesia Super League (ISL), untuk memperkuat Tim Nasional (Timnas) Indonesia, baik itu senior maupun U-23.
Dalam pernyataan terbukanya Selasa (16/4/2012) malam, Nyalla menilai upaya Djohar memanggil pemain ISL untuk memperkuat Timnas tidak akan mendapat respon.
"Sebab, seluruh Klub ISL, yang merupakan peserta dan pemilik suara dalam KLB telah memilih Ketua Umum PSSI yang baru," tulisnya.
Ia menambahkan, seluruh klub ISL akan menyerahkan pemain terbaiknya ke Timnas yang ia bentuk, dengan pelatih Alfred Riedl.
"Jadi tidak ada alasan bagi Djohar Arifin untuk memanggil para pemain ISL, yang beberapa waktu yang lalu dikatakan tidak perlu bermain di Timnas karena sudah terkontaminasi dengan pola bermain sepakbola lama dan gaya mafia," katanya.

Persib U-21 Gelar Pemusatan Latihan di Subang


Tim Persib U-21 melakukan pemusatan latihan (TC) di Subang selama delapan hari untuk meningkatkan fisik pemain.

Rombongan pasukan Mustika Hadi ini berangkat ke Subang pada Senin (16/4/2012) pagi dan kembali ke Bandung Senin (23/4/2012). Jumlah pemain yang mengikuti pemusatan latihan sebanyak 22 orang.
Namun empat pemain, yakni Abdul Aziz, M Real Pradipta, Arif Purnama, dan Teguh Maulana baru bisa bergabung pada Kamis (19/4/2012) karena tengah mengikuti Ujian Nasional (UN). Selama di Subang, mereka akan berlatih di Lapangan Cibalora.

Mustika Hadi mengatakan pemilihan Subang ini karena dirinya membutuhkan daerah panas dan lapangan yang siap pakai pada saat hujan maupun kering.

"Setelah melakukan evaluasi pada putaran pertama penyisihan, fisik pemain masih menjadi kendala. Karena itu, kita akan tingkatkan dalam persiapan menghadapi putaran kedua ini," ujarnya seperti dikutip dari situs resmi Persib.

Selama di Subang Erwin Ramdhani dkk akan menjalani latihan berat sehari dua kali, pagi dan sore. Mereka akan menjalani variasi latihan sehingga dalam kondisi siap tempur pada putaran kedua penyisihan untuk menentukan tim yang lolos ke babak 10 Besar.

"Di Subang tak memiliki kendala soal lapangan. Hujan atau tidak, bisa dipakai. Berbeda dengan di Bandung, setiap hari harus mencari lapangan kosong untuk latihan berikutnya," ujarnya.

Berikut pemain yang menjalani TC di Subang:

1. Rizky Bagja
2. Zega Pranata
3. Suparta Dinata
4. Juned Nur Cahyo
5. Asep Amung
6. Agil Purnomo
7. Asep Nur Hidayat
8. Agung Nur Achmad
9. Suhandi
10. Wahyudin
11. Ganjar Nur Ahmad
12. Hendra Purnama
13. Dippi Yogaswara
14. Erwin Ramdani
15. Ega Prima
16. Sandi
17. Sahal
18. Regi

Susan Nudy, Tak Mau Persib Kalah Lagi di Kandang

Kekalahan 2-3 Persib Bandung atas Persiba Balikpapan, Minggu (15/4/2012) lalu, tentunya membuat hati para bobotoh sedikit kecewa. Target awal menyapu bersih laga kandang, ternyata kandas di tangan tim Beruang Madu (julukan Persiba).

Begitu juga diungkapkan bobotoh girl Susan Nudy. Wanita kelahiran Bandung 18 Agustus 1983 ini mengaku sedih karena Persib kalah untuk pertama kalinya di kandang sepanjang perhelatan Indonesia Super League (ISL) musim ini.

"Tentu saja saya sedih. Persib kan belum pernah kalah di kandang musim ini. Tapi, kemarin kok bisa kalah begitu. Mungkin, Persib cuma kurang beruntung saja," tutur gadis yang akrab disapa Susan ini saat ditemui INILAH.COM, Senin (16/4/2012).

Susan memang selalu mengikuti perkembangan Maung Bandung setiap musimnya. Menonton langsung ke stadion, bukan barang asing baginya. Terlebih, dia juga pernah menjalin asmara dengan salah satu mantan pemain Persib Cucu Hidayat, semasa masih memperkuat Persib musim 2006.

"Saya dulu sering nonton ke stadion. Sejak kecil saya selalu diajak ayah untuk menonton langsung. Sampai akhirnya, saya pernah ada hubungan spesial dengan salah satu pemain Persib dulu. Itu membuat saya makin getol ke stadion. Walaupun sekarang sudah tidak berhubungan lagi, itu tidak pengaruh, karena saya sudah suka Persib sejak kecil," lanjutnya.

Gadis penyuka golf itu berharap, untuk pertandingan selanjutnya Persib bisa terus memperbaiki performanya. Dirinya tentu tidak ingin Maman Abdurahman dan kawan-kawan kembali menelan kekalahan, apalagi di kandang. Dia sangat berharap agar bobotoh terus memberikan dukungan yang positif di kala Maung Bandung tidak dalam performa terbaiknya.

"Saya yakin, ke depannya Persib bisa memperbaiki permainan. Saya nggak mau kalau Persib sampai kalah lagi, apalagi kalah di kandang. Terus buat para bobotoh, jangan menekan Persib karena mereka kalah. Justru sebagai bobotoh yang baik, harus memberikan dukungan moral yang positif supaya Persib mampu bangkit kembali," tegas Susan.

Along: Persib Cuma Memiliki Nama Besar

Penyerang Persib Noh Alam Shah menilai kekalahan 2-3 yang dialami Persib Bandung atas Persiba Balikpapan, di Stadion Siliwangi, Minggu (15/4/2012) lalu, karena belum padunya permainan seluruh anggota tim.

Along (sapaan Noh Alam Shah) mengatakan, kekalahan tersebut diakibatkan tidak adanya pengertian sesama pemain dalam sebuah tim. Ia menilai, rekan satu timnya belum mampu menjaga kekompakan dalam menyerang dan bertahan.

"Saya pikir, tim ini belum ada pengertian terhadap sesama pemain. Tidak ada kerjasama dalam tim ini, dalam bermain. Kita memang punya banyak pemain bagus, tetapi kita tidak ada pengertian," ungkap Along saat dihubungiINILAH.COM, Senin (16/4/2012).

Ia menambahkan, kekalahan atas Persiba Minggu lalu adalah harga yang pantas bagi Persib, karena tidak bermain dengan baik. "Saya pikir, kita pantas kalah dari Persiba. Mereka jauh lebih bagus daripada kita. Kita kalah semuanya dari Persiba. Wajar saja kalau kita tidak bisa memenangkan pertandingan tersebut," jelasnya.

Lanjut Along, Maung Bandung hanya memiliki nama besar tetapi minim motivasi untuk menang. Dia pun berani menilai, jika kesepahaman dan kekompakan pemain tidak ada sama sekali dalam tim Persib.

"Persib cuma punya nama besar. Nama Persib oke. Tetapi kesepahaman diantara pemain belum ada. Kekompakan dan pengertian di lapangan tidak ada," pungkasnya.