Sabtu, 28 Juli 2012

Gelandang Serba Bisa Persib Dilirik 4 Klub ISL

Setelah Zulkifli Syukur membantah diincar Mitra Kukar, Tony Sucipto pun mengungkapkan hal senada. Namun gelandang andalan Persib Bandung ini mengaku sudah dihubungi beberapa klub ISL lainnya yang menginginkan jasanya di kompetisi musim depan.

"Wah, kata siapa? Sejauh ini belum ada komunikasi antara saya dan pihak Mitra Kukar," ujar Tonny saat dihubungi wartawan, Sabtu (28/7/2012) siang.

Meski menepis rumor tersebut, mantan pilar Persija Jakarta dan Sriwijaya FC ini membenarkan, jika sejauh ini ada 4 klub yang sudah menghubungi dirinya. Namun, pemain bernomor punggung 16 ini enggan membeberkan, tim mana saja yang menginginkan jasanya musim depan.

"Dari Mitra Kukar belum ada, namun klub yang menawari saya memang ada. Klubnya ada lah, saya belum bisa sebutkan sekarang. Ada 3-4 klub di ISL yang sudah menawari saya. Tapi belum saya jawab karena mereka sendiri sudah tahu saya masih terikat kontrak sampai bulan September," ungkapnya.

Zul: Nama Besar Persib Harus Diangkat Lagi


Menyongsong kompetisi musim depan, yang masih belum pasti, bek kanan Persib Bandung Zulkifli Syukur sudah memiliki target untuk membawa timnya masuk ke papan atas.
Meski masa depannya sendiri belum pasti di tim Maung Bandung, Zul -sapaan Zulkifli Syukur berharap bisa memberikan yang terbaik bagi klub kebanggaan Kota Bandung ini.
"Saya tahu, masa depan saya di sini masih belum pasti. Tetapi Persib tetap prioritas saya, kalau musim depan saya masih dibutuhkan di sini. Saya ingin membawa prestasi bagus untuk Persib. Minimal bisa membawa Persib ke papan atas," ujarnya kepada INILAH, Jumat (27/7/2012) malam.
"Saya harap, bisa memberikan yang lebih baik untuk Persib. Hasil musim lalu harus menjadi pijakan kita, untuk lebih baik musim depan. Jangan sampai kegagalan yang sudah-sudah terulang lagi," imbuhnya.
Pemain bernomor punggung 3 ini beralasan, nama besar yang dimiliki Persib, seharusnya tidak berada di urutan 8 klasemen akhir kompetisi Indonesian Super League musim 2011/2012. Untuk itu, dia berharap musim depan empat besar menjadi target yang mesti dicapai timnya, demi menjaga kejayaan Maung Bandung seperti era 90-an silam.
"Persib ini tim besar. Prestasinya dulu banyak. Sekarang sudah menurun. Jadi musim depan jangan menurun lagi. Nama besar Persib harus diangkat lagi dengan prestasi bagus. Mudah-mudahan, kita sebagai pemain bisa memberikan yang terbaik untuk Persib," pungkasnya.

Meski Tanpa Dirinya, Maman Berharap Persib Juara


 Berakhirnya Indonesian Super League (ISL) 2011/2012, memang menjadi hari berharga bagi para pemain untuk berlibur melepas penat setelah satu musim mengikuti kompetisi.
Tetapi, secara tidak langsung juga memberi dampak psikologis para pemain, termasuk bek andalan Persib Bandung Maman Abdurahman. Meski menjabat sebagai kapten tim di musim lalu, bukan berarti masa depannya aman di klub kebanggaan Kota Bandung ini.
Terlebih, jajaran manajemen PT PBB berencana akan menyerahkan semua keputusan kepada pelatih terpilih, siapa saja pemain yang dipertahankan atau tidak di musim depan.
Terkait masalah tersebut, pemain bernomor punggung 5 ini hanya bisa berharap Maung Bandung mampu merengkuh trofi juara liga musim depan, walaupun mungkin tanpa ada dirinya.
"Saya belum tahu akan masa depan saya. Apakah akan diperpanjang kontraknya, atau enggak. Tetapi saya hanya bisa berharap, kalau saya sudah tidak di sini lagi, Persib bisa berprestasi. Sejauh ini saya sudah memberikan yang terbaik, walaupun belum memuaskan," ujarnya kepada INILAH, Jumat (27/7/2012) lalu.
Dia berharap, raihan di musim sebelumnya dapat menjadi pelajaran berharga bagi manajemen, untuk menyongsong kompetisi musim depan dengan lebih baik dan lebih siap.
"Mudah-mudahan, hasil dari sebelum-sebelumnya bisa menjadi pelajaran berharga untuk Persib, untuk menghadapi musim depan. Saya harap kesalahan beberapa musim terakhir, tidak lagi terulang di musim depan," ucapnya.
Kekhawatiran Maman terhadap masa depannya bukan tanpa alasan. Apalagi beberapa waktu lalu sempat tersiar kabar, lini belakang Maung Bandung menjadi fokus utama manajemen yang akan dirombak.
Sebanyak 49 gol yang bersarang di jala tim musim lalu, menjadi faktor penyebab wacana perombakan lini belakang jelang kompetisi musim depan.

Sang Kapten Beberkan Penyebab Kegagalan Persib

Target juara yang diusung Persib Bandung pada kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 lalu, kembali
gagal diwujudkan. Persib hanya mampu finish di urutan 8 klasemen akhir ISL 2011/2012.


Kapten sekaligus bek Maung Bandung, Maman Abdurahman menyebut, kekompakan, komunikasi, dan disiplin, menjadi penghambat timnya meraih
prestasi musim lalu. Dia berharap, musim depan hal tersebut tidak lagi menjadi masalah bagi timnya musim depan, yang kembali mematok gelar juara liga musim depan.

"Kemarin kekurangan kita pada komunikasi antar pemain yang belum berjalan baik. Kekompakan, kebersamaan, dan disiplin yang masih kurang. Memang itu hal sepele. Tapi menurut saya penting dan harus diperbaiki musim depan, kalau kita memang serius ingin mendapatkan prestasi," ujar Maman kepada INILAH.COM, Jumat (27/7/2012).

Meski demikian, dalam beberapa pertandingan terakhir pemain bernomor punggung 5 ini mengakui, jika timnya sudah jauh lebih baik ketimbang putaran pertama lalu. Dia berharap, musim depan Maung Bandung mampu mendapatkan hasil yang lebih baik, setelah kendala di musim sebelumnya bisa teratasi dengan baik.

"Memang di akhir-akhir kompetisi kita sudah semakin membaik. Memang tidak banyak membantu dengan hasil kita di klasemen. Tetapi saya yakin, kalau masalah kekompakan sudah bisa teratasi, mudah-mudahan kita musim depan bisa lebih baik," pungkasnya.

Musim Depan Gagal, Ada Masalah di Persib

Dihuni pemain-pemain top bertitel mantan pemain timnas Indonesia, trofi juara liga seharusnya bukan sesuatu yang sulit untuk digapai Persib Bandung. Namun, pada kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2011/2012, Persib hanya mampu finish di urutan 8 klasemen akhir.

Sang Kapten, Maman Abdurahman mengatakan, jika musim depan Maung Bandung kembali gagal menuai prestasi, pasti ada masalah dalam tubuh
tim ataupun manajemen yang menjadi penyebab permasalahan tersebut.

"Persib setiap tahun punya materi pemain bagus dan berkualitas. Tidak ada yang meragukan kualitas pemain Persib. Jadi musim depan harus menjadi juara. Kalau nggak, pasti ada masalah dalam tim ini yang harus segera diselesaikan," ujar Maman saat dihubungi INILAH.COM, Jumat (27/7/2012).

Sebagai pemain, dirinya selalu berharap dapat memberikan yang terbaik bagi timnya. Dia mengaku, akan terus berusaha maksimal demi pencapaian prestasi terbaik untuk Maung Bandung.

"Sebagai pemain, saya selalu berharap untuk berusaha memberikan hasil maksimal untuk tim. Saya juga nggakmengerti, kenapa selalu gagal. Saya pun akan berusaha bermain maksimal, walaupun saya sendiri belum tahu masa depan saya disini seperti apa," tutupnya.

Gagal di MSL, Persib Ragukan Kualitas Robert Rene

Setelah digadang-gadang ingin menggaet Robert Rene Albert sebagai pelatih Persib Bandung musim depan, kali ini gaung manajemen PT PBB untuk mendapatkan jasa pelatih asal Belanda tersebut mulai menurun.

Alasannya, setelah mengetahui prestasi pelatih kelahiran Amsterdam tersebut jeblok bersama timnya Sarawak FC, membuat manajemen berpikir ulang terlebih tim besutan Rene tersebut terdegradasi dari Malaysian Super League (MSL) 2011/2012, setelah dibungkam Pahang 1-0 di babak play off.

Manajer Umuh Muchtar mengatakan, saat ini dirinya harus berpikir ulang untuk mendatangkan Rene dan meminta kepada petinggi PT PBB untuk memikirkan secara masak-masak menggaet pelatih yang sukses membawa Arema Indonesia juara Indonesian Super League (ISL) musim 2009/2010.

"Kita harus pikirkan ulang. Saya juga nggak mau disalahkan, karena mengambil Rene. Prestasinya kurang bagus di timnya. Timnya degradasi di liga Malaysia. Kita harus berbicara lagi dengan petinggi PT PBB, siapa pelatih terbaik untuk Persib musim depan. Kita ingin yang terbaik untuk Persib, jadi kita harus hati-hati," ujar Umuh saat dihubungiINILAH.COM, Jumat (27/7/2012).

"Kita akan serahkan kepada Pak Zaenuri Hasyim (Komisaris PT PBB, red), dan Pak Glen Sugita (Direktur Utama PT PBB, red), bagaimana soal pelatih. Apakahh Rene jadi diambil atau mencari pelatih baru," imbuhnya.

Pemain Dilirik Klub Lain, Umuh Tak Khawatir

 Manajer Umuh Muchtar mengaku tidak khawatir, mengenai rumor pemainnya yang menjadi incaran klub lain. Dengan tegas pria berusia 63 tahun ini mengatakan, situasi tim saat ini tengah kondusif dan para pemain akan menunggu kepastian hingga kontraknya selesai September mendatang.

"Soal pemain tidak ada masalah. Mereka kalau diincar sama klub lain, pasti cerita sama saya. Saya tegaskan, sekarang situasi klub kondusif. Pemain kita aman semua. Lagipula mereka masih punya kontrak dengan kita sampai Agustus dan September nanti," ucap Umuh kepadaINILAH.COM, Jumat (27/7/2012)

Sebelumnya, memang terdengar kabar Naga Mekes (julukan Mitra Kukar) sangat berhasrat mendatangkan pemainMaung Bandung. Seperti M Ilham, Zulkifli Syukur dan Tony Sucipto. Pasalnya, mereka dinilai mampu tampil konsisten selama satu musim terakhir.

Musim lalu, dengan sokongan dana melimpah, tim asal Kalimantan itu berhasil mendapatkan pemain-pemain top. Sebut saja Ahmad Bustomi, Jajang Mulyana, Saktiawan Sinaga, Arif Suyono, Hamkah Hamzah, Ardan Aras, Isnan Ali, hingga kiper kawakan Hendro Kartiko.

Maman Abdurahman Pasrah Dilego Persib

Meski kontraknya baru berakhir September mendatang, kapten Persib Bandung Maman Abdurahman mengaku was-was terkait masa depannya di klub yang sudah dia bela selama 5 musim terakhir.

Pemain bernomor punggung 5 ini mengaku pasrah jika kontraknya tidak lagi diperpanjang jajaran manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) musim depan akibat menurunnya raihan prestasi tim pada kompetisi Indonesian Super League (ISL) 2011/2012 lalu.

"Saya belum bisa ngomong apa-apa. Saya belum tahu diperpanjang atau nggak kontrak saya. Saya hanya bisa pasrah, sembari menunggu kontrak saya berakhir September nanti. Diperpanjang atau tidak, kembali lagi dengan keputusan manajemen," aku Maman kepada INILAH.COM melalui sambungan telepon selulernya, Jumat (27/7/2012).

Mengenai tawaran dari klub lain, Maman mengaku sejauh ini belum mendapatkan telepon dari klub manapun yang membutuhkan jasanya musim
depan. Dia menilai, belum jelasnya kompetisi musim depan, menjadi penyebab klub-klub lebih hati-hati dalam melakukan kebijakan transfer pemain.

"Sejauh ini belum ada tim yang menghubungi saya. Mungkin karena kompetisi masih belum jelas, jadi klub juga menunggu kepastian dari PSSI. Gara-gara dualisme, kompetisi juga belum tahu bisa dimulai lagi kapan. Ya, mudah-mudahan secepatnya bisa selesai, pemain tidak ikut-ikutan bingung," pungkasnya.