Persib Bandung terancam laga usiran. Pemicunya, insiden pemukulan oknum Panpel terhadap penyerang Gresik United, Marwan Sayedeh, Rabu (11/4) lalu.
Kesalahan Maung Bandung tak sebatas insiden pemukulan. Kinerja Panitia Pelaksana (Panpel) laga kandang Persib turut mendapat sorotan. Pasalnya, Panpel seolah membiarkan pihak yang tidak berkepentingan berada di bench cadangan sepanjang laga berlangsung.
"Memang sesuai peraturan tidak boleh ada orang yang tidak berkepentingan berada di bangku cadangan. Jadi Persib sangat mungkin mendapatkan hukuman berat," ujar CEO PT Liga Indonesia (LI), Joko Driyono saat dihubungiINILAH, Kamis (12/4) malam.
Joko belum berani memperkirakan bobot hukuman untuk Persib. Pasalnya, hingga saat ini dia belum menerima laporan dari pengawas pertandingan. Joko hanya membenarkan, hukuman terberat dalam kasus seperti ini adalah partai usiran. Atau dengan kata lain, Persib harus menjalani laga kandang di luar Kota Bandung.
"Sampai saat ini memang belum ada laporan yang masuk. Jadi sampai saat ini Komdis (Komisi Disiplin PSSI) masih menunggu laporan dari pengawas pertandingan, mengenai masalah tersebut. Semuanya tergantung dari laporan pengawas pertandingan. Kalau dalam penilaian kesalahannya berat, ya bukan tidak mungkin sanksi berat akan diberikan kepada Persib," tegas Joko.
Dalam laga Persib kontra Gresik, insiden pemukulan dipicu perselisihan Marwan dengan bek sayap Maung Bandung, Zulkifli Syukur. Beberapa saat seusai peluit panjang, Marwan tampak memukul Zulkifli. Marwan langsung berlari, namun Zulkifli berhasil mengejarnya, sekaligus mendaratkan satu pukulan balasan. Selain Zulkifli, seorang ofisial tim Maung Bandung juga ikut-ikutan memukul Marwan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar