Bek Persib Muhammad Nasuha dalam dilema. Dia dihadapkan kepada dua pilihan sulit. Antara mematuhi kebijakan klub atau mengikuti keinginannya membela timnas.
Kondisi ini terkait dengan keputusan PSSI yang akan memanggil pemain-pemain yang berlaga di kompetisi Indonesia Super League (ISL) untuk memperkuat tim nasional. Nasuha merupakan salah satu penggawa timnas sejak 2010, sebelum akhirnya tidak dipanggil PSSI karena permasalahan dualisme kompetisi di tanah air. Nasuha telah tampil sebanyak 16 kali bersama timnas Indonesia dan menyumbangkan dua gol.
"Saya belum tahu. Saya serahkan semuanya kepada klub, karena semua keputusan ada di tangan klub. Kami sebagai pemain, hanya bisa menuruti keinginan klub. Kalau kata klub kami boleh main untuk timnas, ya kami akan tampil," ujar Nasuha.
Meski demikian, mantan bek sayap Persija Jakarta ini berharap adanya solusi yang tidak merugikan kedua belah pihak. Dia pun mengaku siap tampil jika jajaran manajemen Maung Bandung mengizinkannya tampil bersama tim timnas.
"Ya kalau ditanya, siapa sih yang tidak mau bermain untuk timnas. Termasuk saya. Saya juga ingin bermain untuk timnas, kalau tim mengizinkan saya main. Soal kesiapan, saya sudah siap untuk bermain buat timnas. Tapi kembali lagi, saya serahkan semuanya kepada tim. Apakah diperbolehkan main untuk timnas, atau tidak," tutupnya.
Selain M Nasuha, Persib memiliki dua penggawa lain yang kemungkinan besar akan dipaggil PSSL versi Djohar Arifin. Mereka yakni M Ilham, dan Zulkifli Syukur. Manajemen Persib Bandung sendiri menilai pemanggilan penggawanya ke timnas akan menjadi kerugian buat Persib jika tim lain ternyata tidak mengirimkan pemainnya.
"Ditinggal tiga pemain berat buat kita. Karena mereka sangat dibutuhkan tim ini. Kalau tim lain juga mengirimkan pemainnya, ya kita juga kirimkan. Kalau mereka tidak, kita juga tidak. Enak aja, mereka komplet tapi kita tidak," kata Manajer Persib Umuh Muchtar, Sabtu (14/4/2012).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar